panah kiasan itu kembali tertaut
entah mungkin sang pagi sengaja
sengaja untuk mengepalkan awan merah
siang mulai memadam bukan karena ia marah
tetapi mungkin karena ia kecewa
tak mungkin kumainkan kembali lentingan nada
sedang aku tahu ia mencerca
kucoba koyakkan cakrawala jingga
dan kudapatkan kembali kesunyian
apakah senja bisa balikkan semua?
khayalanku beradu ketika 2 dara terbang di atasku
mereka pun tak tahu
lalu untuk apa ia coba tanya pada senja
jika senja saja tak tahu jawabnya
engkau mencari kerinduan?
hujan kerangan saja tak dapat pancarkan jingga!
jangan kau terbuai dengan angan sang malam!
ia pun hanya bertahtakan kekeringan nestapa
larilah ke gunung dan teriaklah
mungkin saja bintang tersenyum dan membuat putih nyata
ini bukan tentang keraguan tetapi keyakinan
keyakinan akan cahaya,terang dan kilauan
jika kau tanya fajar, mungkin ia tahu karena
fajarlah yang mendedikasikannya untukmu..